Pengertian penilaian pertumbuhan dan perkembangan β€’ Tujuan, manfaat, prinsip, dan ruang lingkup penilaian β€’ Tahapan penilaian β€’ Teknik pencatatan dan pendokumentasian β€’ Pengolahan penilaian β€’ Penyusunan laporan pertumbuhan dan perkembangan β€’ Pemanfaatan dan tindak lanjut hasil penilaian Dit. GTK PAUD, Kemendikbud, 2021 Adadua jenis sistem penilaian yaitu snatch dan jenis angkatan clean and jerk. Teknik Snatch, tangan memegang barbell kemudian ditarik keatas kepala dalam satu gerakan langsung bersamaan dengan gerakan tubuh dalam posisi jongkok dan lengan menyangga barbell dengan posisi kedua siku lurus. BerdasarkanPermendikbud nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian, pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. 1. Penilaian Proses. a. Perencanaan. b. Pelaksanaan. 2. ο»ΏTesdiagnostik dilakukan guru sebagai langkah awal dalam menentukan dimana proses belajar mengajar telah atau belum dikuasai. Didalam penggunaannya tes diagnostik berusaha mengungkap karakteristik dan kesulitan apa yang ada dalam pembelajaran sehingga dapat dilakukan upaya untuk mengambil keputusan dalam mencari jalan pemecahan. 1Penilaian Psikomotor Tes unjuk kerja (psikomotor): otot tungkai, dilanjutkan latihan awalan, melewati peti dan sikap mendarat. lompat kangkang di atas peti . Teknik dasarnya terdiri dari: angkat panggul tinggi-tinggi, pada saat tangan menyentuh peti kedua kaki dibuka selebar-lebarnya (gerakan ke samping), tolakan tangan, angkat dada dan cucimuka sebelum masuk ruang tes. lakukan pemanasan wajah sebelum melakukan tes wawancara. dengan cara mengucapkan 1 biru 2 biru . 10 biru berulang2 sampai 4 menit. agar mulut nantinya tidak kaku dan intonasi dan pengucapan jelas saat tes. berdoa. karena belum tentu yang pintar yang keterima dalam tes perekrutan kerja. ( tergantung job desk ) Berikutini tayangan dialok Strategi dan Teknik Penyusunan Proposal Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek Dikti, Narasumber Prof. Dr. Ir. Didik Sulistyanto, bersama President of Academic Internasional Consortium (AIC) of Indonesia/President Director of Piksi Ganesha, Dr. H. K. Prihartono, A.H, Drs., S. Sos., S. Kom., M.M. (PjR/Galery Agardapat tegak, kedua tangan dijadikan penopang pada bagian pinggang. Saat itu dilakukan akan turut melatih kekuatan otot perut. Berikut ini tahapan dari teknik sikap lilin: 1. Letakkan badan tidur terlentang. Kedua badan ditaruh di samping badan dan pandanga ke atas. 2. Angkat kedua kaki lurus ke atas dan rapat. 3. PEMBELAJARAN INTREGRASI Kelas : VI (Enam) Tema 1 : Selamatkan Makhluk Hidup Alokasi Waktu : 6 Minggu MATA PELAJARAN & KEGIATAN PEMBELAJA- ALOKASI SUMBER INDIKATOR KOMPETENSI DASAR RAN & PENILAIAN WAKTU BELAJAR β€’ melakukan kegiatan β€’ berdoa bersama-sama Minggu I β€’ Menunjukkan perilaku β€’ Lingkungan PPKn membuang sampah pada siswa dibawa ke luar MAKALAHPROFESSIONALISM (PROFESIONALISME) Disusun Sebagai Tugas Mata Kuliah Audit Manajemen dan Kinerja Dosen Pengampu: H. Tarmizi Achmad, MBA.Ph.D, Akt. Disusun Oleh : Kelompok 6 Annisa' Fatkha Laila Fajar (12030114120044) Ning Dyah Utami (12030114120071) Wahyu Adi Nugroho (12030114140191) DEPARTEMEN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS LTxBY. Kebugaran Jasmani Oleh Guru PendidikanDiposting pada Oktober 22, 2020April 14, 2021 – Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di Kali ini akan membahas mengenai Kebugaran Jasmani. Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai Kebugaran Jasmani? Simak […] Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMAMASMK untuk Kelas X 170 a. Untuk peserta tes Berikut merupakan beberapa prosedur yang harus diikuti peserta tes sebelum melalukan tes kebugaran jasmani. 1 Kondisi tubuh sehat dan it. 2 Dua jam sebelumnya harus sudah makan. 3 Menggunakan pakaian dan sepatu olahraga. 4 Memahami terlebih dahulu tata cara pelaksanaan tes. 5 Melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan tes. 6 Peserta yang tidak dapat melakukan salah satu tes dianggap gugur. b. Untuk guru atau petugas tes Prosedur pelaksanaan tes untuk guru atau petugas tes sebagai berikut. 1 Memberikan kesempatan kepada peserta tes untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu. 2 Memberikan kesempatan kepada peserta tes untuk mencoba beberapa gerakan tes. 3 Memperhatikan waktu perpindahan dari tes yang satu ke tes yang lain. 4 Memberikan nomor peserta yang jelas dan dapat dilihat oleh petugas tes. 5 Tidak memberikan nilai pada peserta tes yang tidak dapat melakukan salah satu tes. 6 Mencatat hasil tes pada formulir yang telah disediakan. 2. Langkah-langkah tes kebugaran Berikut diuraikan langkah-langkah tes kebugaran jasmani. a. Tes lari cepat 60 m Tujuan tes lari cepat 60 meter ialah untuk mengukur kemampuan fisik siswa dan mengukur kecepatan lari serta menentukan tingkat kesegaran jasmani siswa. Peralatan dan perlengkapan 1 Lintasan lari yang lurus, datar, rata, tidak licin yang berjarak 60 meter 2 Stopwatch 3 Bendera start 4 Kapur 5 Alat tulis 6 Nomor dada 7 Tiang pancang Di unduh dari Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMAMASMK untuk Kelas X 171 Pelaksanaan tes 1 Siswa bersiap berdiri di belakang garis start. 2 Pada saat aba-aba bersedia, peserta mengambil sikap start jongkok 3 Pada saat aba-aba ya, siswa berlari sekencang-kencangnya sampai garis inish. 4 Lari diulang jika ada siswa yang mencuri start atau salah seorang peserta mengganggu peserta lainnya. Teknik penilaian 1 Hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai siswa untuk menempuh jarak 60 meter. 2 Angka dicatat sampai per seratus detik bila stopwatch-nya digital, namun bila manual sampai per sepuluh detik. b. Angkat badan Tujuan angkat badan adalah untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan bahu. Peralatan dan perlengkapan 1 Palang tunggal. 2 Stopwatch. 3 Formulir tes dan alat tulis. 4 Nomor dada. 5 Serbuk kapur. Pelaksanaan tes untuk putri chinning 1 Palang tunggal dipasang dengan ketinggian 150 cm di atas permukaan tanah. 2 Peserta menggantungkan badannya di bawah palang tersebut dengan posisi lengan lurus. 3 Kemudian, lakukan gerakan membengkokkan lengan, lalu melurus- kannya kembali. 4 Lakukan selama 60 menit. Pelaksanaan tes untuk putra pull up 1 Peserta bergantung pada palang tunggal sehingga badan, kepala, dan tungkai lurus. 2 Peserta membuka kedua lengannya selebar bahu dan keduanya lurus. 3 Peserta mengangkat tubuhnya dengan membengkokkan sampai dagu melewati palang tunggal, kemudian kembali ke sikap awal. 4 Gerakan tersebut dilakukan secara berulang-ulang tanpa istirahat selama 60 detik. Di unduh dari Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMAMASMK untuk Kelas X 172 Gambar Pull up untuk putra dan chinning untuk putri Teknik penilaian 1 Skor tes didasarkan pada jumlah angkatan tubuh yang dilakukan dengan benar. 2 Jika siswa tidak dapat melakukan sikap tersebut dinyatakan gagal dan mendapatkan nilai nol. c. Baring duduk Sobat semua kemarin sudah saya posting masalah Perbedaan bola voli indor dan voli pantai. untuk sekarang saya ingin berbagi gimana sih cara kita mengukur tingkat kesegaran jasmani kita khususnya dalam permainan bola voli. kalau masalah maen pasti sudah pernah kan. tapi tidak banyak kita tahu bagaimana mengukur kondisi fisik kita apakah sudah baik atau masih kurang. kalu kurang tentunya kita harus berlatih kesegaran jasmani yang lebih giat untuk meningkatkan ketahanan fisik maupun stamina dalam bermain. ok gk usah panjang lebar deh... berikut cara mengukur kondisi fisik pemain bola voli. Kondisi Fisik Lari Cepat sprint 60 meter Adapun prosedur pelaksanaan pengukuran tes lari cepat sprint 60 meter adalah sebagai berikut Tujuan Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan lari seseorang. Alat/fasilitas Lintasan lurus, rata dan tidak licin serta jarak antara garis begin dan finish 60 meter. Peluit Stopwatch Bendera Start Pelaksanaan Tastee berdiri dibelakang garis begin dengan sikap berdiri, pada waktu diberi aba-aba ya, tastee lari ke depan secepat mungkin untuk menempuh jarak 60 meter. Pada saat tastee menyentuh/melewati garis finish, stopwatch dihentikan. Kesempatan lari diulang apabila Pelari mencuri begin dan berlari di luar lintasan. Pelari terganggu oleh pelari lainya. Skor Skor hasil tes yaitu waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak 60 meter. Angkat Tubuh Pull-up 60 detik Adapun prosedur pelaksanaan pengukuran tes angkat tubuh pull-up selama 60 detik adalah sebagai berikut Tujuan Tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot bahu alat/fasilitas Palang sejajar Stopwatch Pelaksanaan Tastee tergantung pada palang tunggal, badan dan tungkai lurus, kedua lengan dibuka selebar bahu dan keduanya lurus. Tastee mengangkat tubuhnya dengan membengkokkan kedua lengan, sehingga dagu menyentuh atau melewati palang tunggal, kemudian kembali ke sikap semula, melakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang, tanpa istirahat selama 60 detik. Angkatan dianggap gagal dan tidak dihitung apabila Pada waktu mengangkat badan, peserta melakukan gerakan mengayun Pada waktu mengangkat badan, dagu tidak menyentuh palang tunggal Pada waktu kembali ke sikap permulaan kedua lengan tidak lurus Hasil Yang dihitung adalah angkatan yang dilakukan dengan sempurna. Yang dicatat adaiah jumlah frekuensi angkatan yang dapat dilakukan dengan sikap sempurna tanpa istirahat selama 60 detik. Peserta yang tidak mampu melakukan tes angkatan tubuh ini, walaupun teiah berusaha, diberi nilai nol 0. Sit-up selama 60 detik Adapun prosedur pelaksanaan pengukuran tes sit-up selama 60 detik adalah sebagai berikut Tujuan Tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut. Alat / fasilitas Lantai/lapangan rumput. Stopwatch Pelaksanaan Tastee berbaring terlentang di atas lantai/ rumput, kedua lutut ditekuk kurang lebih 90. Kedua tangan dilipat dan diletakkan di belakang, dengan jari tangan saling berkaitan dan kedua tangan menyentuh lantai. Salah seorang teman tastee membantu memegang dan menekan kedua pergelangan kaki agar kaki tastee tidak terangkat. Pada aba-aba ya tastee bergerak mengambil sikap duduk, kemudian kembali kesikap semula. Lakukan gerakan itu berulang-ulang dengan cepat tanpa istirahat selama 60 detik. Gerakan itu gagal bilamana Kedua tangan lepas, sehingga jari-jarinya tidak terjalin. Kedua tungkai ditekuk lebih dari 900 Kedua siku tidak menyentuh dada. Skor Jumlah sit-up yang dilakukan dengan benar selama 60 detik setiap gerakan sit-up yang tidak benar diberi angka nol. Loncat Tegak vertical jumping Adapun prosedur pelaksanaan pengukuran tes loncat tegak vertical jumping adalah sebagai berikut. Tujuan Tes ini bertujuan untuk mengukur daya ledak power otot tungkai. Tastee berdiri tegak didekat dinding, bertumpu pada kedua kaki dengan salah satu lengan yang berada didekat dinding diluruskan ke atas, ditempelkan pada papan skala sehingga meninggalkan bekas raihan jarinya. Kemudian tastee mengambil sikap awalan dengan membengkokan kedua lutut dan kemudian loncat setinggi mungkin dan sambil menepuk papan skala dengan tangan terdekat sehingga meninggalkan bekas pada papan skala selanjutnya mendarat dengan kedua kaki. Skor Ambil tinggi raihan yang tertinggi dari ketiga loncatan tersebut, sebagai hasil tes loncat tegak. Hasil loncat tegak diperoleh dengan cara hasil raihan tertinggi dikurangi tinggi raihan pada loncatan. Lari Jarak 1200 Meter Adapun prosedur pelaksanaan pengukuran tes lari jauh 1200 meter adalah sebagai berikut Tujuan tes ini bertujuan untuk mengukur daya tahan kardiodespiratori. Alat/fasilitas Lapangan yang rata atau lintasan dengan jarak 1200 meter Stopwatch Bendera begin Peluit Pelaksanaan Tastee berdiri di belakang garis begin. Pada aba-aba siap tastee mengambil sikap berdiri untuk siap lari. Pada aba-aba ya , tastee lari menuju garis finish dengan menempuh jarak 1200 meter. Bila ada tastee yang mencuri start, maka tastee akan diulang. Skor Hasil yang dicatat sebagai skor kemampuan lari 1200 meter adalah waktu tempuh jarak 1200 meter. Kriteria penilaian yang akan digunakan mengacu pada norma-norma yang telah dipakai dari setiap skor butir-butir dengan kategori 1 baik sekali, 2 baik, 3 sedang, 4 kurang, dan 5 kurang sekali. Kategori nilai setiap komponen kondisi fisik adalah sebagai berikut Kategori Konversi Nilai Baik Sekali BS Baik B Sedang S Kurang K Kurang Sekali KS 5 4 3 2 1 Jumlah Nilai Klasifikasi 22 – 25 18 – 21 14 – 17 10 – 13 5 – 9 Baik Sekali BS Baik B Sedang S Kurang K Kurang Sekali KS Untuk menentukan nilai secara keseluruhan kondisi fisik dilakukan dengan cara Menjumlahkan nilai konversi skor dari setiap komponen kondisi fisik atlet tersebut. Hasil jumlah tersebut di atas dibagi dengan banyaknya komponen fisik dasar dari cabang olahraga yang bersangkutan. Hasil ini kemudian dinotasikan ke dalam tabel kategori status kondisi fisik atlet seperti tersebut di dalam tabel berikut Nilai Lari 60m detik Pull Up 60 detik kali Sit Up 60 detik kali Vertical jump cm Lari 1200m menit Nilai 5 4 3 2 1 s/d – – – – - dst 19 ke atas 14 – 18 9 – 13 5 – 8 0 – 4 41 ke atas 30 – 40 21 – 29 10 – 20 0 – 9 73 ke atas 60 – 72 50 – 59 39 – 49 38 - dst s/d – 3’14” 3’15” – 4’.25” 4’26” – 5’12” 5’13” – 6’33” 6’34” - dst 5 4 3 2 1 Demikian yang bisa volimaniak sampaikan mengenai cara mengukur tingkat kesegaran jasmani, semoga bisa bermanfaat bagi anda yang membutuhkannya, terimakasih.